Pages

Minggu, 30 September 2012

MUSLIM, APA BOLEH MEMBACA ALKITAB


Banyak Muslim menyangka bahwa menjadi seorang Muslim cukup hanya dengan mengimani al-Qur’an. Yaa, ini memang benar! Tapi bukan berarti seorang Muslim harus meremehkan kitab-kitab samawi sebelum al-Qur’an, terutama Alkitab Yahudi dan Kristen. Beberapa kali al-Qur’an menyebut Alkitab sebagai kitab-kitab umat terdahulu dan banyak pembelajaran di dalamnya. Bahkan al-Qur’an banyak sekali menyebutkan tentang nubuat dan kedudukan Nabi Muhammad saw di sana.

Sejak kecil di Indonesia, kita selalu dididik untuk hanya menghargai al-Qur’an saja, meski itupun hanya sebatas penghargaan secara lisan tanpa berupaya mengambil pelajaran yang ada di dalamnya.

Ketika Al-Qur’an menyatakan bahwa salah satu syarat pelengkap bagi seorang Muslim itu adalah mengimani Alkitab terdahulu, maka secara rasional kita bisa mengetahui bahwa hal itu mustahil dilakukan, kecuali bila kita mengetahuinya. Intinya, mustahil kita mengimani sesautu sebelum kita mengetahui apa yang mesti kita imani tersebut.

Nah, bagaimanakah seorang Muslim bisa mengimani Alkitab, apabila mereka tidak pernah mengetahui apa yang dibicarakan di dalamnya?

Dalam kesempatan ini, saya ingin menyajikan sejarah ringkas Alkitab yang ditulis oleh saudara kita dari penganut agama Nasrani sebagai bentuk penghargaan kepada kitab-kitab tersebut.

Semoga artikel yang ringkas ini bisa menggugah kesadaran iman kita agar selain tekun mempelajari al-Qur’an, namun kita juga bisa menyempatkan diri untuk mempelajari Alkitab Yahudi dan Nasrani.

0 komentar:

Poskan Komentar