Pages

Jumat, 05 Oktober 2012

5 MAKANAN YANG BAIK UNTUK OTAK


Otak merupakan organ utama yang mengendalikan semua fungsi tubuh Anda. Jika otak Anda sehat maka hal itu akan mendorong kesehatan tubuh serta menunjang kesehatan mental Anda. Sebaliknya, apabila otak Anda terganggu maka kesehatan tubuh dan mental Anda bisa ikut terganggu. Oleh karena itu agar tetap sehat maka otak harus diberi makanan yang sehat pula.

Kalau soal makanan otak, biasanya orang-orang cenderung memilih bluberi, bayam atau makanan yang kaya asam lemak omega 3. Namun tahukah Anda bahwa ada jenis makanan lain yang bisa mendorong kemampuan otak sekaligus melindunginya dari berbagai penyakit?

Agar tak penasaran, cek 5 makanan baru untuk otak seperti dikutip dari menshealth, Kamis (19/7/2012) berikut ini.

1. Bawang
Dalam sebuah studi yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Nutrition, peneliti memberi makan sejumlah tikus dengan makanan biasa dan beberapa tikus lainnya dengan makanan yang diberi suplemen ekstrak bawang.

Lalu ketika peneliti menginduksikan penyakit stroke ke dalam seluruh tubuh tikus maka kelompok tikus yang diberi makan bawang secara signifikan menderita kerusakan otak lebih sedikit dibandingkan kelompok satunya.

Alasannya adalah adanya enzim antioksidan seperti catalase dan glutathione peroxidase yang terkandung di dalam bawang. Kedua antioksidan ini mampu menghambat pembentukan radikal bebas atau reactive oxygen species (ROS), senyawa yang dapat merusak pelindung otak selama terjadinya stroke.

2. Telur
Kolin, zat gizi yang ditemukan di dalam telur, daging ayam dan kidney bean (kacang merah besar) bisa melindungi otak seiring dengan pertambahan usia orang yang memakannya. Hal ini dikemukakan dalam sebuah studi yang dipublikasikan tahun lalu di American Journal of Clinical Nutrition.

Dari hampir 1.400 partisipan dewasa yang diamati, peneliti menemukan bahwa orang yang asupan kolinnya tertinggi menunjukkan performa yang lebih baik dalam tes daya ingat dan tidak cenderung memunculkan gejala-gejala penyakit pembuluh darah di dalam otak yang dapat berkontribusi terhadap demensia.

Kolin juga dibutuhkan untuk membuat salah satu jenis neurotransmitter yaitu asetilkolin yang memainkan peranan penting dalam memelihara kesehatan memori dan otak. Jumlah kolin yang direkomendasikan bagi pria adalah 550 miligram perhari atau sama dengan lima telur rebus.

3. Kopi
Menurut peneliti dari University of South Florida, AS, kopi berkafein bisa membantu melindungi otak Anda dari penyakit Alzheimer. Dalam studi ini, peneliti memberi makan sejumlah tikus yang sengaja dibiakkan mengidap penyakit Alzheimer dengan kopi berkafein, kopi bebas kafein atau kafein saja.

Peneliti menemukan bahwa asupan kopi rutin meningkatkan kadar hormon pendorong kemampuan otak (granulocyte colony stimulating factor/GM-CSF) yang mampu mengurangi gejala-gejala penyakit Alzheimer pada tikus-tikus tersebut. Hormon ini juga memicu produksi neuron-neuron baru dan menciptakan koneksi antarneuron.

Kunci untuk mendapatkan manfaat ini adalah jumlah kopi yang Anda minum dan untuk itu Anda memerlukan empat cangkir kopi setiap harinya.

4. Jeruk
Orang yang makan dua jeruk atau lebih setiap harinya selama 14 tahun berisiko terserang penyakit stroke 10 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang makan jeruk kurang dari 2 buah setiap harinya. Hal ini diungkap sebuah studi pada tahun 2012 yang dipublikasikan dalam jurnal Stroke.

Manfaat ini didapatkan berkat adanya senyawa khusus yang ditemukan pada jeruk dan anggur bernama flavonoid. Senyawa ini dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan memiliki efek anti-peradangan sehingga risiko stroke yang terjadi akibat pembekuan darah bisa berkurang.

Untuk mendapatkan manfaatnya, makanlah buah jeruk secara utuh. Jika dijus, biasanya jeruk akan ditambah dengan gula sehingga mengurangi optimalisasi pemanfaatannya.

5. Anggur
Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2011 yang dilaporkan dalam Journal of Alzheimer's Disease, kandungan dalam biji anggur bisa membantu melawan penyakit Alzheimer. Peneliti menemukan bahwa ekstrak biji anggur merah secara signifikan mampu mengurangi kadar protein yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit tersebut pada tikus.

0 komentar:

Poskan Komentar