Pages

Sabtu, 08 September 2012

Jangan Marah, Akhir dari Marah adalah Penyesalan

Astagfirulloh.. Berhati-hatilah dengan sifat MARAH !!
Dikisahkan oleh Syaikh Abdurrozak bahwa ada seorang anak kecil yang tulang tangannya terlepas disebabkan ketika anak tersebut dibangunkan oleh Ayahnya, tetapi susah sekali untuk bangun, maka dg MARAH ayahnya menarik tangan anaknya tersebut dengan keras yang kemudian terlepaslah tulangnya…
Inilah salah satu dampak buruk dari MARAH yang sering mengakibatkan penyesalan sepanjang waktu. Maka hindarilah saudaraku….
Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang maknanya) bahwa orang terkuat diantaramu bukanlah orang yang jago/pandai bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan amarahnya ketika dia sedang marah.
Serta larangan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya “Janganlah engkau marah“. Subhanallah… Sesungguhnya akhir/ujung dari kemarahan hanyalah PENYESALAN.. dan penyesalan itu tiada artinya lagi..
Mengapa demikian ? Karena saat kita sedang marah, maka syetan sangat mudah mengontrol orang yang sedang marah.
Lalu, bagaimanakah cara mengatasi marah ???
Berikut ini adalah 3 point nasehat dari Syaikh Abdurrozak Hafidzohulloh tentang bagaimana mengatasi amarah (meredamnya) ketika kita sedang marah :
  1. Membaca Ta’awudz ketika sedang marah, yaitu “A’udzu billahi minas syaithonirrojim” (Aku berlindung kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk)
  2. Jangan berbicara, khususnya ketika sedang puncak-puncaknya marah. Jangan berkata satu patah katapun, Diamlah… meski kita menganggap perkataan kita, yang akan kita ucapkan ketika sedang marah, itu baik.
  3. Jangan melakukan apapun, baik dengan tangannya, kakinya, kepalanya. Ketika sedang berdiri, maka hendaklah dia duduk. Jika marahnya masih belum reda, maka hendaknya dia berbaring. Mengapa demikian ? Agar orang yang sedang marah tersebut tidak mudah melampiaskan amarahnya kepada orang yg dia hadapi.
Hendaklah orang yg sendang marah merenungkan, apakah ia akan mengikuti syaitan dengan melampiaskan amarahnya atau kah mengikuti tuntunan Alloh ta’ala melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menahan marah ???
MasyaAlloh… Begitu MULIA nya ajaran ISLAM ini… Sangat sangat indah sekali jikalau setiap Muslim & Muslimah dapat mengamalkan ajarannya sesuai dengan ajaran & tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa menambah & tanpa menguranginya sedikitpun…
Orang yang paling mulia adalah orang yang paling bagus akhlaq-nya
Indahnya ISLAM… pelajarilah agama Islam ini dan janganlah menilai Islam dari sikap orang-orang Islam yang meninggalkan ajarannya…
Alhamdulillah… semoga Alloh senantiasa memberikan manisnya Iman kepada kita hingga akhir kehidupan kita & mewafatkan kita dalam keadaan khusnul khotimah… Aamiin.
Allohu a’lam..

0 komentar:

Poskan Komentar