Pages

Rabu, 10 Oktober 2012

ANTARA KITA DAN TUHAN


Salah satu fakta yang luar biasa menggetarkan, adalah bahwa Tuhan telah menempatkan kita sebagai khalifah-Nya, dengan kuasa dan kebebasan untuk memilih. Melalui pilihan kita, terciptalah segenap peristiwa dan benda. Ketika kita memilih untuk memadukan air dan tanah liat, terciptalah gerabah. Ketika kita memilih untuk menebar kasih sayang dan toleransi, terciptalah perdamaian dunia. Ketika kita memilih untuk mendisplinkan mental dan melakukan hanya tindakan yang terbaik, maka kita tengah mencipta masa depan yang gemilang.

Setiap detik, terjadi proses penciptaan. Kita selalu menjadi bagian dari proses penciptaan itu. Kita menjadi satu pihak, dan Tuhan menjadi pihak lainnya. Ya, Dia telah melimpahkan keistimewaan kepada kita untuk menjadi mitra-Nya.

Sayangnya, banyak di antara kita yang keliru dalam menempatkan posisi. Sebagian menempatkan dirinya sebagai pencipta tunggal dalam setiap kelahiran setiap karya dan perwujudan satu keadaan. Sementara lainnya memandang dirinya sama sekali tak punya tempat dalam proses penciptaan itu; sama dengan seonggok batu yang tak punya kuasa untuk memilih masa depan dan menciptakan keadaan dirinya sendiri.
Keyakinan yang pertama, menempatkan seseorang dalam kesombongan. Dia merasa Tuhan telah selesai bertugas; sekarang alam semesta adalah panggung bagi dirinya semata. Akhir kehidupan dari sosok seperti ini, adalah kenestapaan sebagaimana sosok Firaun. Sementara keyakinan yang kedua, menempatkan seseorang dalam keadaan tanpa daya. Orang semacam itu sama dengan telah membunuh dirinya sendiri; menjadikan dirinya sendiri sebagai benda mati.

Saya percaya Anda tak akan memilih dua posisi itu, melainkan posisi sebagai mitra Tuhan dalam penciptaan. Dalam posisi ini, kita menciptakan sebagian, Tuhan menyelesaikan sisanya. Dalam mencipta sebuah gerabah misalnya, kita berperan mencampurkan air dengan tanah liat dan membentuknya. Sementara kuasa Tuhanlah yang membuat tanah liat bisa dilunakkan oleh air, kemudian adonan tanah liat dan air itu bisa dimatangkan oleh api dan dikeringkan sinar matahari. Begitulah, ketika kita bekerja, Tuhanpun bekerja.

Sungguh indah, jika kesadaran bahwa kita terus bekerjasama dengan Tuhan menciptakan setiap hal, termasuk mewujudkan impian masa depan, tumbuh dan mengakar di dalam diri kita. Itulah yang akan menjadikan diri kita sebagai pribadi fenomenal, dengan karya dan persembahan istimewa di muka bumi.

0 komentar:

Poskan Komentar