Pages

Rabu, 10 Oktober 2012

MALU



rasa malu nampaknya sudah menghilang dari hati kita akhir-kahir ini

lihatlah bagaimana para pemimpin tidak malu lagi saat mereka berbuat sewenang-wenang terhadap rakyatnya
atas nama globalisasi dan untuk memenangkan persaingan bisnis, para pengusaha tak malu menyunat upah buruh
bahkan para buruh tidak diperlakukan selayaknya manusia

atas nama globalisasi para wanita tidak lagi malu mengumbar aurat
kemana-mana mengenakan celana /rok pendek
membiarkan mereka dinilai seenaknya oleh orang lain

tanpa rasa malu para orang kaya memakan hak orang miskin
mengambil hak kaum papa...para yatim hanya untuk mempertahankan dan menambah kekayaan mereka

menurut Al Naisaburi, salah seorang tokoh sufi, menyebutkan malu itu ada beberapa macam
pertama, malu karena pelanggaran, seperti malunya Adam AS karena melanggar perintah Allah

kedua, malu karena merasa kurang, semisal malunya para malaikat lantaran penyembahan mereka kepada Allah tidak sebagaimana layaknya Allah harus disembah

ketiga, malu karena sikap penghormatan, sebagaimana malaikat Israil kepada Allah sehingga ia melipat sayapnya

keempat, malu karena kemuliaan hati. ini dicontohkan Rosulullah SAW

kelima, malu karena segan
keenam, malu terlampau kecilnya masalah, seperti saat Nabi Musa AS bermunajat kepada Allah untuk hal sederhana, sehingga Allah menjawab "Mintalah kepadaKu sampai ke adonan roti pun atau jerami untuk makan domba-dombamu"

ketujuh, malu sifat memberi kenikmatan. ini malunya Allah SWT. saat pembagian buku catatan amal nanti ada seseorang yang dalam buku catatannya diberi stempel dan setelah melewati jembatan dalam bukunya tiba-tiba ada catatan
"engkau telah melakukan dosa ini dan itu. Aku (Allah) malu menunjukkan kepadamu. Oleh karena itu pergi sajalah dan Aku (Allah) mengampunimu"

dari beberapa macam malu di atas jelaslah bahwa malu adalah sifat mulia yang dicontohkan sebagai tuntunan akhlaq mulia oleh malaikat, Nabi, Rosulullah dan para sahabat bahkan perwujudan kasih sayang Allah

lalu jika kita yang sudah mengesampingkan rasa malu dari hidup
kemanakah akhlaq kita?
tidak malukah kita mengaku ummat Rosul
tidak malukah kita mengaku hambaNya
pelihara malu akan baik bagi hidup kita

0 komentar:

Poskan Komentar