Pages

Selasa, 02 Oktober 2012

ORANG ASING



Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu?” Lalu Rasulullah menjawab, “Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan.” (HR. Muslim)

Orang asing sering diartikan sebagai suatu golongan yang tidak membaur terhadap dunia sekitar, meskipun sikap yang diambil itu adalah benar. Hanya karena tidak ingin dianggap sebagai seseorang yang asing, maka seseorang itupun akan berusaha beradaptasi dengan dunia sekitarnya meskipun dengan cara yang tidak dibenarkan oleh agama. Padahal menjadi asing (aneh) dimata orang lain tidak menurunkan tingkat derajat seseorang dihadapan Allah SWT. Oleh karena itu, beradaptasilah dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syariat Islam yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Sikap yang tegas seorang muslim dalam melawan kebatilan tentunya akan membawa dampak positif terhadap dirinya dan lingkungan sekitarnya, meskipun dengan cara itu kita sebagai seorang muslim akan diperlakukan dan dianggap sebagai seseorang yang asing. Tetapi tentunya dibalik semua keadaan itu ada hikmah yang terkandung dan memiliki jauh lebih banyak nilai positif dibandingkan hanya sekedar dipandang umum oleh masyarakat sekitar.

Kehidupan di dunia ini hanyalah bersifat sementara, hanyalah merupakan sebagian kecil dari kehidupan abadi yang akan kita jalani kelak. Untuk itu, gunakanlah kesempatan yang sangat singkat ini untuk menentukan apakah kita merupakan bagian dari kaum yang terpilih atau kita merupakan bagian yang terbuang. Disini pula kita akan menempatkan diri kita sebagai orang asing, ataukah sebagai orang yang tergolong extra ordinary (mengikuti arus) terhadap dunia sekitar.

Bukankah Rasulullah SAW. telah mengatakan bahwa “barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka orang tersebut merupakan bagian dari kaum tersebut”. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita untuk menentukan apakah kita sebagai seorang muslim merupakan bagian dari kaum yang terpilih atau bagian dari kaum yang kufur (terbuang). Bila kita ingin menjadi bagian dari kaum yang terpilih, maka bergaulah dan berkumpulah dengan kaum yang memiliki akidah dan iman yang dibenarkan oleh Allah SWT. Janganlah terbuai dengan kenikmatan yang memanjakan kita bersama kaum yang kufur sehingga kita menjadi bagian dari kaum tersebut. Hanya karena kenikmatan dunia yang bukan merupakan bandingan dari nikmat akhirat, kita menjadi lalai dan lupa bahwa hidup ini hanya sekedar cobaan dan ujian yang menentukan kehidupan kita di akhirat kelak.

Bersikaplah sebagai seorang muslim, dan matilah sebagai seorang muslim…

0 komentar:

Poskan Komentar